Minggu, 24 April 2011

Kumpulan video nazi -germany

nazi-germany 1939 in color


Kaburnya Pemerkosa dari Polsek Hinai Langkat

Kaburnya Pemerkosa dari Polsek Hinai Langkat, Kapolsek dan Kanit Diminta Copot

sumber : Pos Metro Medan Senin, 12 April 2010
Langkat-Kaburnya Ahmad Arfando alias Putra (24) dari Mapolsek Hinai, Langkat pada Jumat (8/4) lalu, menuai kritikan keras. Kapolda Sumut, Irjen Pol Oegroseno diminta mencopot Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Hinai.


Putra diapit Kanit Reskrim Polsek Hinai, Ipda A Rahman usai diamankan dan beberapa hari kemudian melarikan diri

Kaburnya warga Pasar III Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai, Langkat, pelaku penganiayaan sekaligus pemerkosaan terhadap Indah (18), tak hanya membuat petugas di sana kalang kabut. Keluarga korban yang mengetahui hal ini juga tak bisa terima. Soalnya, sebelum kabur, gelagat Putra memang terlihat aneh dan sudah dilaporkan namun dianggap angin lalu. “Waktu itu dia nggak digari (diborgol). Kayak biasa-biasa aja, diapun bolak-balik ke luar masuk kamar mandi,” ujar Pipit (38), makcik Indah kepada POSMETRO MEDAN, kemarin (11/4) melalui telepon. Saat itu, Pipit datang bersama Indah karena diminta polisi ikut mengecek lokasi kejadian.
“Kecurigaan itu langsung saya sampaikan sama polisi, tapi malah dibilang nggak mungkin kabur karena di situ banyak polisi. Nggak mungkin Buk, kan banyak polisi di sini, gitu kata polisi itu,” beber Pipit. Selain ada beberapa petugas, saat itu juga ada Kapolsek Hinai dan Kanit Reskrimnya Ipda A Rahman, jelas Pipit.
Sejam menunggu tapi tak berangkat juga, Pipit permisi mau ke rumah sebentar bersama Indah. Baru 10 menit di rumah, Pipit dikabari Putra berhasil kabur. “Itu yang kami sesalkan. Dia tidak dijaga ketat, paling tidak tangannya digari sehingga mempersempit geraknya. Lagipula, kok terlalu mudah kabur, padahal ketika itu ada Kapolsek dan Kanit Reskrim, kenapa bisa lolos memang aneh,” ketus Pipit yang akhirnya menduga ada permainan dibalik kaburnya Putra.
Kaburnya Putra membuat sejumlah pihak menyesalkan kinerja polisi yang dinilai terlalu lemah. Padahal kasus yang menimpa Indah telah menjadi perhatian sejumlah kalangan termasuk Pemkab Langkat yang turun langsung melalui Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Langkat saat kejadian itu.
Tak hanya KPAID yang mendampingi korban saat itu, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Langkat, Togar Lubis juga begitu peduli dengan nasib korban yang baru ditingal mati ibunya ini. Dan begitu mendengar kabar Putra sipelaku pemerkosa kabur dari Polsek, Ketua KPAID Langkat, Drs Ernis Safrin sontak terperangah.
“Ini jelas kelalaian polisi disana, karena setiap pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur atau perbuatan asusila lainnya yang menyangkut anak, haruslah dikirimkan ke Polres Langkat pelakunya. Soalnya, di Polres ada unit yang menanganinya, lagipula tingkat keamanan lebih terjamin. Tapi kenapa ini tidak dilakukan Polsek Hinai? Seharusnya begitu menangkap pelaku saat itu, mereka tidak menungu lama lagi dan langsung mengirimkannya ke Polres, tapi ini tidak. Ada apa?” ujar Ernis sedikit kesal.
Sementara, Togar meminta Kapolres Langkat atau Kapoldasu segera menurunkan Propam untuk memeriksa petugas juper, Kanit dan Kapolsek selaku orang yang paling bertanggungjawab. “Kapolsek dan kanit-nya harus dicopot, sebab kaburnya tahanan itu tidak terlepas dari lemahnya pengawasan yang dilakukan kapolsek dan kanit,” tegas Togar.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Hinai, Ipda A Rahman berjanji memburu Putra. “Pelaku masih kita cari, informasinya poelaku masih berada di seputaran sini. Ya..mau bilang apa lagi, sudah musibah,” keluh Ipda Rahman dengan nada lemas. Soal sanksi terhadap juru periksa, Rahman menyerahkannya kepada pimpinannya. (darwis)

Kekaisaran Mongolia

Kekaisaran Mongolia adalah kekaisaran kedua terbesar dalam sejarah dunia, hanya dikalahkan oleh Imperium Britania, menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat di antara semua kekaisaran abad pertengahan.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Asal mula

Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih di antara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan dinasti Xia Barat di Republik Rakyat Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmi di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14.
Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Chagatai Khanate (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.
Menurut ahli sejarah barat R.J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia.

[sunting] Khan Agung Mongol (Dinasti Yuan)


Bangsa-bangsa dunia pada masa itu
Berikut ini adalah tahun kenaikan tahta para Khan Agung (Kha Khan) Mongol atau Dinasti Yuan di Tiongkok, 1206-1634 M, berdasarkan penelitian dari C.E. Bosworth:
  • 1206 Jenghis Khan; pendiri Kekaisaran Mongolia
  • 1227 Ogadai Khan (Ogedei Khan); anak Jenghis Khan
  • 1241 Toregene; bukan bermarga Borjigid, adalah istri Ogadai Khan yang memegang pemerintahan sebagai wali bagi anaknya, Guyuk Khan
  • 1246 Guyuk Khan; anak Ogadai Khan
  • 1251 Möngke Khan; anak Tolui Khan, saudara Ogadai Khan
  • 1260 Kubilai Khan; saudara Mongke Khan, menguasai hampir sebagian besar wilayah Asia dan Eropa Timur
  • 1294 Temur Oljeytu (Uljaytu)
  • 1307 Qayshan Guluk
  • 1311 Ayurparibhadra Buyantu
  • 1320 Suddhipala Gege'en (Gegen)
  • 1323 Yesun Temur
  • 1328 Arigaba
  • 1328 Jijaghatu Toq-Temur
  • 1329 Qushila Qutuqtu
  • 1332 Rinchendpal (Irinjipal)
  • 1332-1370 Toghan Temur; adalah kaisar Dinasti Yuan terakhir
Para Khan Agung di Karakorum dan setelah masa Mongke, di Peking atau Khanbaliq (berarti Kota Para Khan), hidup dengan kekayaan meterial dan barang jarahan yang didapat dari daerah-daerah taklukan Mongol. Hal tersebut dapat ditemui dalam laporan perjalanan dari para musafir dan tamu dari Eropa Barat dan Timur Dekat. Lambat-laun, para Khan Agung Mongol menjadi dinasti Tiongkok dan hanya memiliki kekuasaan nominal saja terhadap khan-khan Mongol di Asia Tengah dan Asia Barat. Setelah Toghan Temur disingkirkan oleh kaisar Ming, maka pengaruh mereka di wilayah non-Tiongkok menjadi pupus sama sekali.

[sunting] Masa pemerintahan


[sunting] Khan-Khan Asia Tengah dan Asia Barat


Wilayah Mongolia tahun 1300-1400
Sementara itu, para pemimpin wilayah atau kerajaan bawahan Khan-Khan Agung Mongol memerintah dengan cukup bebas, beberapa yang terkenal antara lain adalah:
  • 1227-1241 Chagatai Khan; anak Jenghis Khan, yurt atau wilayah kekuasaannya meliputi Transoxania sampai Turkestan Timur, termasuk pula Gunung T'ien Shan
  • 1226-1280 Orda Khan; anak Jochi, putra sulung Jenghis Khan dan pendiri White Horde Khanate
  • 1227-1255 Batu Khan; saudara Orda Khan dan pendiri Blue Horde Khanate
  • 1256-1265 Hulagu Khan; saudara Möngke Khan dan Kubilai Khan, serta penguasa Il-Khanate (Il-Khan berarti warga atau bawahan Khan Agung)
  • Kadan Khan; salah seorang anak daripada Ogadai Khan
  • Oghui, bukan bermarga khan

[sunting] Wilayah kekuasaan

[sunting] Wilayah kekuasaan Mongolia meliputi:

  1. Seluruh Tiongkok (dinasti Xia Barat, Song, Jin, dan Liao) dan Nanchao (Kerajaan Dali)
  2. Kerajaan Khawarezmi (bisa disebut juga wilayah Persia atau Iran-Irak-Azerbaijan sekarang ini)
  3. India bagian utara
  4. Beberapa negara di Asia Tenggara (Vietnam, Kamboja, Thailand, Burma, dll)
  5. Timur Tengah atau Asia Barat Daya (Mesir, Yaman, sebagian Turki, dll)
  6. Sebagian wilayah Rusia
  7. Asia Tengah (Afganistan, negara2 pecahan Soviet: Ukraina, Georgia, Belarusia, Moldavia, dll)
  8. Mongolia
  9. Beberapa negara di Eropa Timur atau Eropa Tengah (Bulgaria, Hungaria, dll)
  10. Asia Timur (Korea, Jepang)
  11. Yerusalem (Israel, Palestina)

[sunting] Wilayah yang pernah diserang tetapi mengalami kegagalan:


Mongolia sekarang ini
  1. Jepang, berhasil mengusir pasukan Mongolia tetapi akhirnya mengirimkan upeti sehingga Kaisar Mongol merasa puas, dan kemudian memusatkan perhatiannya ke Asia Tenggara
  2. Jawa (Indonesia), gagal akibat pengkhianatan dan diusir oleh raja Majapahit, Raden Wijaya
  3. Negara-negara Eropa seperti Lithuania, Polandia, Austria, Moravia (Rep. Ceko timur), Dalmatia (Kroasia), Hungaria, dan pegunungan Carpathia. Pasukan Polandia, Hungaria dan Austria mengalami kekalahan besar tetapi wilayah mereka tidak jadi dikuasai karena pada saat itu Kaisar Mongolia (Ogadai Khan) meninggal sehingga pasukan Mongolia ditarik kembali ke Mongolia.
  4. Mesir, dinasti Mameluk berhasil mengusir dan menghancurkan tentara mongol pada masa pemerintahan Hulagu Khan bahkan mereka terus mendesak mongol hingga keluar dari Damaskus, Syria.
Catatan: Kekaisaran Mongolia juga pernah berencana menyerang negara Eropa Barat, seperti Perancis, Romawi dan negara-negara Eropa lainnya. Ahli-ahli sejarah menyatakan jika bukan karena kematian Ogadai Khan, maka kemungkinan seluruh Eropa akan dikuasai dan sejarah Eropa akan berubah.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Referensi

  • C.E. Bosworth, The Islamic Dynasties, University Press, Edinburgh 1980.
  • L. Hambis, Le chapitre CVII du Yuan Che, les genealogies imperiales mongoles dans l'histoire chinois offiecielle de la dynastie mongole (Leiden 1945).
  • F.W. Cleves, The Mongol names and terms in the History of the Nation of the Archers by Grigor of Akanc, Harvard Journal of Asiatic Studies, XII, (1949), 400-43.
  • J.A. Boyle, On the titles given in Juvaini to certain Mongol princes, Harvard Journal of Asiatic Studies, XIX (1956), 146-54.